Warna Poleng adalah unsur Rwa Bhineda. Penganut Hindu (Bali) meyakini bahwa dalam hidup ini ada terkandung unsur tidak baik dan unsur baik. Kedua unsur tadi diwujudkan dengan warna poleng sehingga tercipta keseimbangan lingkungan di kehidupan manusia. Dalam unsur Tri Murti (Brahma, Wisnu, Siwa) juga terdapat warna putih, hitam, dan merah. Ketiganya merupakan ciri Utpeti, Sthiti, dan Pralina yang mencirikan lahir, hidup, serta matinya makhluk. Tri Murti juga terdapat dalam benang tridatu di samping palinggih-palinggih di pura. yang atapnya dari ijuk (berwarna hitam) sebagai pralambang Wisnu, warna merah dari bata adalah Brahma, dan batu paras putih lambang Siwa. Kemudian gambar Dewa Nawa Sanga pada rarajahan berwarna sembilan warna. Rarajahan itu berbentuk dewa-dewa yang disertai dewinya(sakti para dewa), warna, senjata yang digunakan, posisi-Nya di penjuru mata angin dan tubuh manusia, dan penjuru yang dikuasainya. Orang menggunakan rarajahan pada umumnya guna mendapat kekuatan dan perlindungan dari para Dewata Nawa Sanga (penguasa penjuru). Berikut contoh dari posisi warna termasuk dewa-dewa yang menggunakan
- Warna putih letaknya di timur, pada badan berada di hati, dewanya Iswara.
- Warna merah muda letaknya di tenggara, pada badan berada di paru-paru, dewanya Maheswara.
- Warna merah letaknya di selatan, pada badan berada di jantung, dewanya Brahma.
- Warna oranye letaknya di barat daya, pada badan berada di usus, dewanya Rudra.
- Warna kuning letaknya di barat, pada badan berada di ginjal, dewanya Mahadewa.
- Warna hijau letaknya di barat laut, pada badan berada di limpa, dewanya Sangkara.
- Warna hitam letaknya di utara, pada badan berada di empedu, dewanya Wisnu.
- Warna biru tua letaknya di timur laut, pada badan berada di klep jantung, dewanya Sambu.
- warna brumbrun (panca warna) letaknya di tengah, pada badan berada di jantung, dewanya Siwa.
